Empat Jurus Ajaib Meraih Sukses


The difference between a successful person and others is not a lack of strength, not a lack of knowledge, but rather a lack of will. Vince Lombardi

Sukses dalam hidup adalah impian setiap orang. Sukses menjadi sesuatu yang sangat bernilai bahkan lebih dari sebuah emas atau berlian, oleh karenanya dia diburu dan dikejar dari masa kemasa oleh setiap insan. Seperti halnya sesuatu yang lain dalam hidup ini, sukses juga tidak mampu menahan gerusan arus perubahan, ia mengalami perubahan dari satu orang kepada orang lain, demikian pula  berubah sukses dari waktu ke waktu.

Ketika masa kanak-kanak, memiliki mainan yang diidamkan adalah sebuah kesuksesan. Memasuki usia sekolah, mendapatkan nilai 10 pada setiap mata pelajaran adalah sukses yang sangat besar. Bisa menjuarai suatu perlombaan atau memenangkan suatu pertandingan olahraga adalah sebuah sukses yang tidak kalah besarnya. Apalagi bisa menjadi pemenang dalam lomba ditingkat kabupaten atau propensi adalah merupakan sukses yang luar biasa.

Setelah dewasa, sukses menjelma menjadi bentuk lain seperti; diterima menjadi karyawan sebuah perusahaan ternama, terselesaikannya pekerjaan tepat waktu dan melebihi standard kualitas yang ditetapkan, mendapatkan promosi, keberhasilan membimbing karyawan baru, menjadi karyawan yang berprestasi, menikah dengan gadis idaman dan memiliki buah hati.

Seperti kata sesepuh, “rwa bhinedane sing dadi pasahang” dua hal yang berlawanan selalu hadir dan tidak bisa dipisahkan. Ada sukses ada gagal. Gagal bagi saya bukanlah sebuah musibah, karena gagal ibarat sambel yang pedas menambah nafsu makan, rasanya pedas tapi bisa memberikan motivasi untuk lebih maju, kenapa? Karena dengan kegagalan itu saya bisa mengetahui dimana letak kelamahan saya yang selanjutnya bisa diperbaiki, dan ditingkatkan.

Sejujurnya menjalani kegagalan itu tidak semudah menikmati kesuksesan, perlu ketahanan mental, keteguhan iman. Ibarat menaiki tangga, perlu tekanan yang kuat pada pondasi kaki agar kita bisa melangkah setapak demi setapak untuk kemudian mencapai puncak.

Pada jaman dahulu, Para pendekar berlomba untuk menciptakan jurus-jurus ampuh untuk mampu memenangkan setiap pertandingan. Jaman kini, kitapun tidak mau kalah, kita bisa ciptakan jurus-jurus ajaib untuk meraih sukses

Dengan memperhatikan proses untuk mencapai sukses itu, saya menemukan ada empat jurus ajaib yang bisa memberikan kontribusi optimal untuk pencapaian sukses dibidang tertentu yang kita idamkan yaitu:

  1. Pengabdian (Bhakti)
  2. Kerja/Karma (pelayanan/Seva)
  3. Pengetahuan (Widhya)/Jnana
  4. Pengendalian diri dan konsentrasi (Yoga)

Mari kita bahas satu persatu,

Bhakti/Pengabdian

Adalah dedikasi yang didasari oleh cinta pada bidang itu. Seperti ketika seorang pemuda  jatuh hati dengan seorang gadis, maka dia akan berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk sang pujaan hati.  Selalu berusaha memberikan yang terbaik yang menjadi miliknya, selalu melakukan sesuatu dengan penuh dedikasi dan loyalitas yang tinggi. Jadi  mutu dan standard kualitas tertinggi selalu menjadi acuannya. Demikian pula bila pengabdian yang tulus menjadi dasar untuk mencapai apa yang diidamkan maka sukses akan semakin dekat dengan kita.

Karma/Seva/Kerja (pelayanan) yang keras, ikhlas dan cerdas

Tidak ada emas datang menghampiri kita dengan sendirinya, Tidak ada kesuksesan yang kita dapatkan tanpa usaha, semua perlu usaha. Demikian pula yang ditegaskan oleh  Albert Einstein;

“If A equals success, then the formula is A equals X plus Y and Z, with X being work, Y play, and Z keeping your mouth shut.”

(Jika sukses = A, maka formulanya adalah A sama dengan X tambah Y tambah Z, dimana X adalah bekerja, Y adalah Bermain dan Z adalah Diam/Tutup mulut)

“Sedikit bicara banyak bekerja” demikian para tetua kita berpesan, bila direnungkan dengan dalam  pesan para pendahulu kita ini tepat sekali. Banyak bicara akan mengkonsumsi waktu dan energi kita, sementara kita tahu energi dan waktu kita terbatas.

The only place success comes before work is in the dictionary. Vince Lombardi

(Sukses tanpa kerja hanya ada di kamus)

Kerja ini dilakukan dengan usaha fisik yang optimal (keras), didasari oleh hati yang ikhlas dan dilakukan dengan pemikiran yang cerdas. Dengan mengkombinasikan apik antara tubuh, rasa/hati dan pikiran, maka sukses akan datang menghampiri.

Jnana/Pengetahuan

Knowledge is power (pengetahuan adalah kekuatan) , demikian banyak orang mempercayainya, tak terkecuali orang-orang hebat seperti; Sir Francis Bacon; Sir Isaac Newton ;Sir Winston Churchill

Kenyataan di dalam kehidupan ini pengetahuan sangat dibutuhkan, agar kita mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik, misalnya bila bekerja sebagai proses operator di suatu perusahaan minyak dan gas pengetahuan dasar tentang: matematika proses, kimia proses, fisika proses dan dasar-dasar kelistrikan wajib dimiliki. Demikian pula bila kita bekerja sebagai seorang petani, maka pengetahuan dasar tentang iklim dan musim, bibit, cara bercocok tanam, pupuk dan tanaman.

Kompetensi yang dimiliki setiap orang terbentuk dari: Aptitude (kecerdasan, Knowledge (Ilmu Pengetahuan), Skill (keahlian), Attitude (Sikap), Opportunity (kesempatan), self awareness (kesadaran diri).

Di era globalisasi yang ditandai dengan persaingan yang ketat disetiap sisi kehidupan, maka kompetensi pribadi yang  unggul sangatlah diperlukan agar tetap eksis. Salah satu unsur utama pembentuk kompetensi adalah; pengetahuan (knowledge). Bila kita ingin memenangkan persiangan maka pengetahuan merupakan harga mati yang harus kita miliki.

Yoga/Pengendalian diri dan konsentrasi.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa manusia memiliki keterbatasan baik dalam hal energi, waktu, maupun sumber daya, sementara keinginan manusia tidak terbatas jumlahnya. Oleh karena itu bila kita ingin meraih hasil yang optimal maka kita perlu melakukan klasifikasi aktivitas berdasarkan prioritas yang diukur dengan ukuran waktu dan urgensinya. Untuk memastikan aktivitas itu bisa berjalan dengan baik diperlukan pengendalian diri dan konsentrasi.

Pengendalian diri dan konsentrasi dibutuhkan pada setiap aktivitas untuk menjamin hasilnya optimal, misalnya; bila kita ingin lulus dengan nilai bagus maka kita harus belajar lebih giat dan lebih keras, menggunakan waktu lebih banyak belajar daripada bermain, mengendalikan diri untuk tidak bermain sejenak, fokus pada belajar. Demikian pula ketika kita bekerja, kita mesti bisa menahan diri untuk lebih banyak mengkonsentrasikan waktu dan energi kita pada pekerjaan yang kita geluti bukan sibuk bermain facebook, email, chating atau bermain game.

Oleh karena itu maka setiap agama mengajarkan puasa agar manusia bisa mengendalikan dirinya dengan baik, agar manusia bisa mencapai apa yang diinginkannya dengan sumber daya yang terbatas.

Menguasai dengan mahir satu saja dari jurus ajaib ini bisa mengantar kita mencapai sukses, apalagi kita bisa mahir memainkan keempat jurus ini sudah pasti mampu memenangkan setiap pertarungan dalam hidup.

…….Terinspirasi oleh ajaran Catur Yoga………….

Made Mariana/ 27 Maret 2011, Abu Dhabi

“Titik-Titik Air di Padang Pasir”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s