Siva Ratri


Menjadi orang baik, demikian selalu pesan orang tua, para sesepuh dan ajaran-ajaran kita suci. Apa ukuran orang baik? Baik sangat relatif tergantung banyak hal, di Bali biasanya ada istilah desa = tempat, kala = waktu, patra = objek/orang. Namun ada kebenaran yang universal, yaitu sesuatu yang baik bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan alam semesta. Hal itu bisa diamati melalui perkataan dan perbuatan yang baik. Perkataan dan perbuatan yang baik berawal dari pikiran yang baik. Bisa dikatakan, untuk menjadi orang baik maka ia mesti bisa mengkondisikan pikirannya mengarah pada hal-hal kebaikan, sehingga bermuara pada perkataan dan perbuatan sopan, lemah lembut, menyemangati, memotivasi, dan bijaksana. Tidak menyakiti diri sendiri, orang lain, dan mahluk-mahluk lainnya.

img_3659

Selamat Hari Sivaratri

Salah satu cara melatih diri untuk mengkondisikan pikiran dalam keadaan baik adalah melakukan latihan pengendalian diri melalui, monabrata (tidak biacara), upawasa/puasa (tidak makan dan minum), dan jagra (tidak tidur). Pelaksanaan latihan pengendalian diri ini akan memberi dampak yang berbeda bila dilakukan pada waktu yang berbeda. Ibarat ucapan selamat ulang tahun akan terasa beda bila dilakukan tepat di hari ulang tahun bila dibandingkan dengan setelah hari ulang tahun. Demikian pula memberikan bantuan pada orang diwaktu membutuhkan akan berbeda dengan memberikan bantuan pada orang saat ia tidak membutuhkan. Melakukan latihan ini, bisa secara terpisah, bisa pula digabungkan sesuai dengan kemampuan kita.

Di dalam Agama Hindu ada berbagai waktu yang bisa kita pilih untuk melakukan latihan -latihan itu. Salah satunya adalah Hari Sivaratri. Hari ini merupakan hari suci yang jatuh pada purwani tilem sasih (bulan) ke-7. Ini bermakna, melakukan latihan dengan melewati tujuh simpul-simpul energi spritual dalam diri yang dikenal dengan tujuh cakra. Yaitu, muladhara cakra yang berkaitan dengan keadaan fisik (ketahanan otot dan tulang, rambut, kuku) organ anus dan prostate, psikologis (kesabaran dan loyalitas), rasa keamanan dan kenyamanan, forces of nature; svadisthana cakra, yang berkaitan dengan daya kreativitas, imajinasi, emosi, keinginan, force of water, organ testes, ovaries; manipura cakra berkaitan dengan ego, kekuatan diri, ambisi, percaya diri, berhubungan dengan kekuatan api (force of fire), berkaitan dengan adrenalin; anahatha cakra berkaitan dengan keterhubungan dengan semua kehidupan, cinta, dan persahabatan, berkaitan dengan kelenjar thymus; vishuddha cakra berkaitan dengan ekspresi diri, komunikasi, dan integritas, juga berkaian dengan kreativitas dan seni, berkaitan dengan kelenjar thyroid; Ajna cakra, berkaitan dengan panca indra, sistim saraf, ingatan dan daya konsentrasi, berkaitan dengan kelenjar pituitary (peneal0; Sahasrara cakra, konon dikatakan sebagai tempatnya sang Jiwa, kesadaran kosmik, spiritual revelation, devine communion, media terhubung dengan kekuatan  semesta dan alam-alam atas, disebut pula cakra pencerahan, berkaitan pula dengan kelenjar pituitary (peneal).

Brata Siva Ratri ada tiga tingkatan:

  1. Utama: melaksanakan monabrata (tidak bicara/silent), upawasa (tidak makan dan tidak minum), dan jagra (tidak tidur).
  2. Madhyama: melaksanakan upawasa (tidak makan dan tidak minum), dan jagra (tidak tidur).
  3. Kanista: hanya melaksanakan jagra (tidak tidur).

Jagra dilakukan selama 36 jam, sedangkan monabrata (tidak bicara) dan upawasa (puasa/tidak makan dan minum) dilakukan selama 24 jam.

“SELAMAT HARI RAYA SIVARATRI”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s