Kekuatan Perkataan


Bicara baik atau diam, demikian nasehat Bunda kepadaku. Semakin banyak berbicara semakin banyak kesalahan atau dosa yang kita lakukan. Bila diperhatikan, nasehat ini benar adanya. Bila pedang bisa melukai satu orang pada satu waktu, perkataan yang tidak baik bisa melukai banyak orang dalam satu waktu,  wajar bila orang mengatakan lidah lebih tajam dari senjata manapun. Di lain sisi, ibarat pisau, bila benar memanfaatkannya ia bisa digunakan untuk memasak dan memberikan makan banyak orang, perkataan yang baik bisa memotivasi dan menenangkan banyak orang. Oleh karenanya mari kita kendalikan kata-kata kita.

Mungkin ini alasan mengapa para suci dan para leluhur menasehatkan:

Wahya nimitanta manemu laksmi
Karena perkataan engkau mendapatkan rejeki

Wahya nimitanta manemu mitra
Karena perkataan engkau mendapatkan teman

Wahya nimitanta pati kapangguh
Karena perkataan engkau akan menemukan ajalmu

Wahya nimitanta menemu duka
Karena perkataan engkau menemukan kesedihan

Wahya Nimitanta manemu suka
Karena perkataan engkau menemukan kebahagiaan

Wajar bila Plato menasehatkan “Wise men speak because they have something to say; Fools because they have to say something. Orang-orang bijak berbicara karena mereka memiliki sesuatu yang dikatakan: Sementara orang-orang bodoh berkata karena harus mengatakan sesuatu.

Dari kedua nasehat di atas jelaslah adanya bahwa kita mesti memperhatikan kata-kata kita, mengendalikannya dengan baik, hanya mengatakan kata-kata yang baik, kata-kata yang menguatkan, memotivasi dan menyemangati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s