Taman indah itu bernama Keluarga


001

Smile

Diantara demikian banyak anugrah yang kita miliki, Keluarga merupakan anugrah yang sangat utama. Karena, mereka selalu memberikan kita dukungan baik dalam suka maupun duka. Di sana kita lahir, tumbuh dan berkembang. Mereka ibarat vitamin menyehatkan tubuh dan jiwa, ibarat lagu yang membuat hati ini lembut, ibarat taman ia menghadirkan kesejukan batin, ia laksana rumah yang menjadi tempat berteduh yang nyaman. Bukan kebetulan bila sutradara Film Keluarga Cemara menghadirkan lagu yang menyentuh hati, “Harta yang paling berharga adalah keluarga, Istana yang paling indah adalah keluarga, Puisi yang paling bermakna adalah keluarga, Mutiara tiada tara adalah keluarga”

Sejauh manapun kita pergi, pada akhirnya kita pulang ke rumah yang bernama keluarga. Keluarga memberikan kita bimbingan untuk maju, anak-anak yang bandel melatih kita menjadi orang tua creatif. Istri cerewek melatih kita menjadi suami sabar. Mungkin ini alasan mengapa Frank Abagnale mengatakan “A real man loves his wife, and places his family as the most important thing in life. Nothing has brought me more peace and content in life than simply being a good husband and father.”  Seorang lelaki yang sesungguhnya mencintai istrinya, dan menempatkan keluarga sebagai sesuatu yang paling penting dalam hidupnya. Tak sesuatupun yang memberikan kedamaian dan kepuasan melebihi menjadi suami dan ayah yang baik. Suami banyak hutang membuat kita tidak sombong. Bila rajin merenungi, setiap hari kita mendapatkan menu makanan pengetahuan yang unik dari anggota keluarga.

Di dalam keluarga kita bisa melihat cinta mewudujkan dirinya dalam berbagai wajah dan bentuk. Orang tua mengajari kita berbagai ilmu, ketrampilan, tata susila, sopan santun dan tata krama sehingga kita tumbuh menjadi orang baik. Wajar bila Willard Scott mengatakan, “Positive feelings come from being honest about yourself and accepting your personality, and physical characteristics, warts and all; and, from belonging to a family that accepts you without question.”  Perasaan positif muncul tatkala jujur terhadap diri Anda sendiri dan menerima kepribadian dan karakter fisik Anda, segala kekurangan Anda, dan berasal dari keluarga yang bisa menerima Anda apa adanya.

Disisi lain, apa yang kita lakukan sangat mudah ditiru oleh anak-anak. Sadar ataupun tidak kita memberikan mereka contoh setiap hari. Bila kita rajin sembahyang, membaca, berolahraga, menjaga kebersihan rumah, anak-anakpun mengikuti. Demikian pula sebaliknya, jangan kaget bila suatu ketika anak-anak berkata kasar dan menghardik, bisa jadi kita pernah melakukan hal itu di depan mereka. Orang tua, saudara atau kerabat menjadi idola bagi anak-anak. Oleh karenanya hati-hati dalam berkata-kata dan bertingkah laku. Anak-anak merupkan cermin dari diri kita.

Mari kita belajar, menikmati setiap menit dalam kehidupan kita. Berbahagialah hari ini. Jangan menunggu ada sesuatu dari luar yang membuat kita bahagia di kemudian hari. Mari kita belajar berfikir betapa berharganya waktu yang telah kita lalui bersama keluarga tercinta.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s