Bersih Lahir dan Batin


002Rumah dan pekarangan yang bersih  membuat nyaman para penghuninya dan para pengunjung yang datang bertamu. Demikian pula rumah sang jiwa (tubuh ini) yang bersih membuat damai batin sang diri, iapun membuat nyaman setiap insan yang berjumpa dengannya. Wajar bila, para tetua mengajarkan selalu menjaga kebersihan tubuh, hati, kecerdasan, pikiran dan jiwa.

Menjaga kebersihan rumah, berarti menjaga kebersihan ruang tamu, ruang tidur, dapur, kamar mandi, ruang sembahyang, dan pekarangan. Demikian pula menjaga kebersihan rumah jiwa berarti kita menjaga kebersihan tubuh, pikiran, kecerdasan, dan jiwa. Tubuh dibersihkan dengan air, pikiran dibersihkan dengan kejujuran, kecerdasan dibersihkan dengan pengetahuan suci, dan jiwa dibersihkan dengan, derma/pelayanan, sembahyang, meditasi, tapa, brata, puasa. Masuk akal bila setiap jalan spritual (agama) mengajarkan kita untuk sembahyang, berpuasa, berderma, melakukan pelayanan (membantu orang yang membutuhkan bantuan).

Untuk menjaga tubuh, pikiran, dan kecerdasan kita membutuhkan energi yang didapat dari makanan, minuman, istirahat, dan bernafas. Bila ingin membersihkan ketiganya, maka kita mesti menjaga kebersihan sumber-sumber energi tersebut. Menjaga kebersihan cara mendapatkan makanan dan minuman, tidak memakan makanan dari hasil korupsi, nepotisme, penipuan, mencuri, atau merampok. Melainkan mendapatkan makanan dan minuman dari hasil jerih payah, keringat bekerja yang tidak melanggar norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, dan norma hukum dimana kita berada.

Mengetahui hal ini, tidaklah serta merta mengantarkan kita menjadi insan yang bersih lahir dan batin. Sadar maupun tidak, kita sering membuat kesalahan berulang, dengan belajar dan berlatih, kita bisa menghindari kesalahan yang sama. Roy H. Williams menasehatkan “A smart man makes a mistake, learns from it, and never makes that mistake again. But a wise man finds a smart man and learns from him how to avoid the mistake altogether.”  Seorang cerdas membuat kesalahan, belajar dari kesalahan itu dan tidak pernah mengulangi kesalahan yang sama. Namun, seorang bijak menemukan seorang cerdas belajar darinya bagaimana mencegah kesalahan sama sekali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s