Mimpi & Kerja Keras


cropped-img_9851.jpg

Mobil Impian

Pengalaman Hidup, salah satu guru agung yang memberikan kita banyak pelajaran yang bermakna. Seperti layaknya guru-guru besar yang syarat dengan keunikannya masing-masing, Guru Pengalaman Hidup tidak hanya menawarkan pengetahuan dan ilmu, iapun memberikan contoh nyata yang bisa kita dengarkan,  saksikan, dan rasakan. Salah satu pelajaran yang diberikan adalah keberanian bermimpi, tentu saja mimpi yang positip. Mimpi memiliki daya dorong dan daya lontar yang luar biasa, ia membuat sesuatu yang awalnya tidak mungkin bisa menjadi mungkin. 

Masih teringat jelas, tatkala hidup di kampung yang terletak di sebuah bukit di pulau Dewata (Bali), jangankan berpikir untuk bisa menyelesaikan kuliah S-2 di luar negeri, menamatkan sekolah menengah atas saja rasanya sangat sulit. Bagaimana mungkin berpikir untuk kuliah, untuk makan esok hari saja masih susah. Agar bisa membeli pakaian seragam dan peralatan sekolah sejak kecil saya bekerja menjadi kuli pemetik padi, kuli pemetik kopi, jualan pasir, jualan batu, menjadi kuli bangunan, dan pekerjaan kasar lainnya. Yang penting tidak melanggar norma agama, norma kesopanan, norma kesusilaan dan norma hukum.

Mimpi yang disertai dengan usaha dan upaya untuk meraihnya berubah menjadi cita-cita. Cita-cita itu dijaga dalam hati, disirami dengan air doa, dipupuk dengan pupuk usaha tiada henti. Perlahan tapi pasti, dengan doa, kesungguhan, ketekunan, keyakinan kuat, dan usaha tiada henti mulai ada jalan terang.Wajar bila Colin Powell mengatakan “A dream doesn’t become reality through magic; it takes sweat, determination and hard work.” Sebuah mimpi tidak menjadi kenyataan melalui sihir, dibutuhkan keringat, tekad/determinasi, dan kerja keras. Sejalan dengan Colin Powell, tokoh legendaris sepak bola Pele mengatakan “Success is no accident. It is hard work, perseverance, learning, studying, sacrifice and most of all, love of what you are doing or learning to do. Sukses bukan sebuah kecelakaan. Ia merupakan hasil kerja keras, ketekunan, belajar, pengorbanan, dan mencintai apa yang Anda pelajari dan kerjakan. Alam seolah membisikkan apa yang mesti kita lakukan. Keberanianpun meningkat, nekad meninggalkan kampung halaman yang nyaman dan penuh kenangan, pergi merantau ke tanah Jawa, kemudian ke luar negeri, Saudi Arabia, dan United Arab Emirates.

Uniknya, bila kita kunjungi sejarah para pemimpin besar dunia, ternyata tidak semuanya berasal dari kalangan atas. Banyak pula yang berangkat dari garis bawah. Di Korea Selatan misalnya, Lee Myung-bak, presiden ke-10 Korea Selatan. Ia lahir di keluarga petani yang miskin, untuk bisa bertahan hidup sejak kecil ia harus bekerja. Walau hidup susah Ibu Lee Myung-bak tetap tidak membiarkan anak-anaknya untuk mendapatkan sesuatu dengan gratis, ia harus berusaha keras mendapatkannya dengan usaha sendiri di jalan yang benar. Biaya kuliah ia dapatkan dari bekerja mengangkut sampah. Demikian pula di negeri kita, Joko Widodo, presiden ke-7 Republik Indonesia. Jokowi kecil, hidupnya jauh dari rasa aman. Ia mesti bekerja agar bisa mendapatkan biaya sekolah, ia menjadi pekerja kasar seperti kuli panggul. Namun, semangat untuk maju, tidak pernah padam. Kerja keras, ketekunan, keihlasan dan kesungguhan dalam berusaha membuat ia mampu menamatkan kuliah di Universitas Gajah Mada, kemudian menjadi pengusaha mebel yang sukses, menjadi Wali Kota Solo, menjadi Gubernur DKI Jakarta, dan terpilih menjadi President ke-7 Republik Indonesia.

Bisa disimpulkan, mimpi dan kerja keras yang disertai dengan doa bisa mengantarkan kita meraih sukses dalam hidup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s