Berani Hidup


Kehebatan pasukan berani mati tidak diragukan lagi, mereka selalu membuat hati ini kagum. Jepang terkenal dengan pasukan jibakutainya, Bali terkenal dengan semangat perang puputan. Awalnya, saya hanya kagum dengan mereka yang berani mati. Namun, seiring dengan berjalannya sang waktu, saya menyaksikan bahwa tidak sedikit orang yang tidak berani hidup, tatkala menghadapi berbagai kesulitan hidup. Banyak dari mereka memilih meninggalkan hidup, karena tidak tahan menjalani kehidupan yang penuh dengan tantangan, kesulitan dan ketidakpastian. 

Padahal kesempatan lahir menjadi manusia sangat sulit didapatkan. Bila kita renungkan, tidak sedikit orang yang memiliki kesulitan melebihi apa yang kita hadapi dengan sumber daya yang jauh lebih sedikit dari yang kita miliki, toh mereka mampu bertahan.

Bercermin dari indahnya permata, tercipta setelah melewati berbagai sayatan, pukulan dan amplas, merdunya suara seruling bambu yang dibuat dari bambu yang telah dipotong dan dilukai  (dilubangi), menariknya karya patung yang terbuat dari kayu atau batu, yang tercipta setelah dipahat. Berkaca dari karya-karya indah di atas, ada sudut pandang yang lain tentang kesulitan hidupa. Ia ternyata bukan hanya bisa dilihat dari sisi musibah, ia juga bisa menjadi berkah. Berkah itu akan didapat tatkala kita berani hidup, bukan berani mati. Kini, saya juga sangat kagum pada mereka yang berani hidup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s