Kelenturan/Kelembutan – Puncak Pembelajaran


Entah kebetulan atau tidak, ada banyak hal yang bisa kita saksikan bertransformasi dari keadaan kaku menjadi lentur/lembut. Seorang pelukis yang baru belajar, goresan tintanya tampak kaku, tatkala ia sudah mulai mahir melukis, goresan-goresan tintanya tampak lembut dan menawan. Seorang penulis juga demikian, ketika baru belajar menulis, tulisannya sangat kasar, kaku, kata-katanya kaku tidak mengalir. Ketika ia sudah mahir menulis kata-katanya semakin halus dan lembut, tulisannya juga tampak indah dan menawan.

Belajar ilmu beladiri juga demikian, di tahap awal, gerakan-gerakannya kaku, setelah rajin dan tekun berlatih, maka gerakan-gerakan silatnya mulai tampak lentur tapi bertenaga seperti jurus putri di Perisai Diri, Aikido dari Jepang, Taichi dari Cina. Belajar menari juga sama, ditahap awal belajar, gerakannya sangat jauh dari lemah gemulai apalagi menawan, yang ada hanya gerakan-gerakan kaku membosankan. Anehnya tubuh orang mati juga kaku dan kasar, orang hidup tubuhnya lebih lentur dan lembut. Bisa disimpulkan, kekakuan bentuk pembelajaran yang masih awal, tatkala pembelajarannya semakin meningkat, maka ia semakin lentur, semakin lembut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s