Mimpi Bekerja di Luar Negeri


 

IMG_8556Tidak ada seorang pun yang bisa menghalangi Anda bermimpi kecuali diri Anda sendiri. Setinggi apa pun mimpi Anda, tak ada yang bisa mencegahnya. Mimpi yang indah itu akan lebih menyenangkan bila menjadi kenyataan.

***

Banyak orang bilang, untuk hidup kita harus punya harapan. Harapan untuk mewujudkan sesuatu yang diidamkan, yang diimpikan, yang dicita-citakan. Benarkah demikian? Bila kita jujur menganalisis diri sendiri, memanglah demikian adanya. Ibarat sayur tanpa garam, hidup tanpa harapan sama dengan mati, hidup tanpa mimpi atau cita-cita tak berasa apa-apa. Tidak heran bila Eleanor Roosevelt, istri mantan Presiden Amerika, Franklin D. Rooselvelt, mengatakan: The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams.(Masa depan menjadi milik mereka yang percaya dengan keindahan mimpi-mimpinya).

 

Manfaat Mimpi

Mimpi membuat energi kita berlipat ganda, membuat kita semangat untuk belajar, bekerja, membuat kita menjadi rajin, menjadi lebih dekat dengan Tuhan. Mimpi memiliki kekuatan yang sama pentingnya dengan mesin pada kendaraan bermotor. Dasar yang menggerakkan kita untuk melakukan sesuatu, adalah mimpi. Mimpi membantu menunjukkan, dari mana kita memulai sukses. Telah terbukti, banyak orang sukses dalam hidupnya dimulai dari mimpi. Sebut saja misalnya Susi Pujiastuti, seorang ibu asal Pengandaran, yang bermimpi memiliki motor mabur (pesawat) ketika dia masih di bangku sekolah. Kini, ibu yang hanya tamatan SMP itu, berhasil memiliki puluhan pesawat dan mendirikan perusahaan penerbangan bernama Susi Air.

Tak ada seorang pun yang bisa menghalangi kita bermimpi. Mimpi satu-satunya aktivitas yang tak bisa dibatasi siapa pun, kecuali diri kita sendiri. Mimpi yang indah itu akan lebih menyenangkan bila menjadi kenyataan. Oleh karenanya, ketika kita terbangun dari mimpi, persiapkan diri, susun rencana jitu, dan wujudkanlah mimpi itu—jangan hanya berdiam diri. Mimpi tidak akan mewujud dengan sendirinya, dia perlu bantuan kita untuk terwujud. Walter Elias Disney atau lebih dikenal sebagai Walt Disney, seorang produser film yang telah memenangkan 26 Academy Award dan 7 Emmy Awards, menasihati: “All our dreams can come true, if we have the courage to pursue them”. Semua impian kita dapat diwujudkan, jika kita memiliki keberanian untuk mengejarnya.

 

Mimpiku

Mungkin itu alasan kenapa para orang tua, sejak dulu menasihati: “Gantungkan cita-citamu setinggi langit”. Kalau direnung-renungkan, ada benarnya juga. Saya jadi teringat kejadian pada tahun 1999, peristiwa yang membuat saya memiliki keberanian untuk bermimpi bekerja di luar negeri tanpa mengeluarkan biaya. Mimpi yang rasanya sangat sulit diwujudkan, di mana setiap kali teman atau tetangga yang berangkat bekerja ke luar negeri, harus membayar jutaan rupiah—jumlah yang tidak mungkin bisa saya penuhi saat itu. Setiap teman yang mendengar impian ini pasti mentertawakan saya. Maklum, sebagai anak kampung yang hidup dengan keterbatasan, dan tentu hal ini merupakan suatu kemustahilan. Siapa yang menduga mimpi itu menjadi kenyataan? Namun pada 18 Oktober 2002, saya terbang dari bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, untuk bekerja di sebuah perusahaan petrochemical terbesar di Middle East, tanpa mengeluarkan biaya—namun justru mendapatkan uang.

Apakah kita boleh bermimpi lebih dari satu? Tentu saja boleh. Karena mimpi itu gratis dan tidak ada yang bisa menghalanginya. Ketika saya bekerja di sebuah perusahaan multinasional di Indonesia, saya kagum dengan teman-teman pekerja asing atau yang dikenal dengan sebutan ekspatriat yang datang dari mancanegara, dengan membawa keahlian tertentu di bidangnya. Satu hal yang membuat saya tertarik adalah, perlakuan yang istimewa dari pihak perusahaan terhadap para ekspatriat, baik dari segi financial maupun fasilitas. Terbersit keinginan di dalam diri saya untuk bisa bekerja di luar negeri, menjadi expatriat seperti mereka.

Ketika terjadi krisis moneter di Indonesia sekitar tahun 1998, inflasi sangat tinggi dan nilai rupiah anjlok. Beberapa teman hijrah ke Timur Tengah, tempat di mana minyak dan gas diproduksi secara besar-besaran. Mereka menjadi ekspatriat dengan mendapatkan fasilitas dan pendapatan mengikuti standar internasional.

Dalam waktu beberapa bulan bekerja, mereka telah mampu membeli rumah, mobil, tanah, sawah, dan kebun. Mereka juga bisa menyekolahkan anak-anaknya di sekolah-sekolah mahal yang berstandar internasional. Tidak hanya itu, mereka juga bisa bertamasya ke tempat-tempat wisata yang terkenal, bisa menyumbang dana yang besar di panti asuhan, menyumbang pembangunan tempat ibadah, menyumbang sekolah dan fasilitas umum lainnya. Namun bagi saya, hal yang paling mengagumkan adalah mereka mampu membuka usaha dan memperkerjakan teman-teman yang terkena PHK (pemutusan hubungan kerja). Baik secara duniawi maupun surgawi, nilainya luar biasa. Pendek kata, mereka menikmati kehidupan yang sangat bagus, dibandingkan dengan kehidupan kami yang bekerja di dalam negeri, di mana kenaikan gaji yang didapatkan tidak mampu mengimbangi laju inflasi yang terus meroket.

Lagi-lagi keinginan untuk menjadi ekspatriat semakin menjadi, tak jarang keinginan itu terbawa mimpi, terbawa ke alam bawah sadar. Apalagi ketika teringat ucapan Akira Kurusawa, seorang sutradara terkenal dari negeri matahari yang berhasil meraih Academy Award tahun 1989: “Man is a genius when he is dreaming.Orang menjadi jenius ketika dia sedang bermimpi.

 

Mimpi Jadi Kenyataan

Ketika mimpi ini muncul, seakan ada energi penggerak yang begitu besar memasuki raga. Saya pun mulai mengatur strategi untuk dapat meningkatkan kemampuan atau skill sehingga mampu berkompetisi dalam dunia internasional. Beberapa kegiatan yang saya lakukan adalah: memperdalam ilmu bahasa Inggris, yang merupakan standar bahasa internasional; memperdalam ilmu tentang petrokimia, sebagai kualifikasi dalam ranah pekerjaan yang akan digeluti; mencari informasi lowongan kerja, baik dari media massa maupun dari teman-teman yang sudah berada di luar negeri. Dari semua usaha tersebut, yang paling utama adalah dengan lebih tekun berdoa agar menjadi orang yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat.

Doa dan kerja keras saya mendapat jawaban, ketika beberapa perusahaan menawari saya menjadi bagian dari tim mereka. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya pada tanggal 18 Oktober 2002, saya resmi bergabung dengan perusahaan petrochemical terbesar milik kerajaan Saudi Arabia. Tanpa disadari, mimpi ketika masa kanak-kanak (naik pesawat terbang tanpa mengeluarkan uang) dan mimpi setelah bekerja (menjadi ekspatriat) bisa terwujud secara bersamaan.

Bekerja di perusahaan besar di luar negeri, bukan hanya dapat meningkatkan diri dari sisi financial, namun juga dapat menambah pengalaman, pergaulan, budaya, dan juga ilmu pengetahuan. Tidak heran jika bekerja di luar negeri menjadi mimpi banyak orang, dan mimpi ini dapat diwujudkan menjadi kenyataan.

 

Mewujudkan Mimpi

Lantas, bagaimana caranya mewujudkan mimpi itu? Berikut ini adalah kesimpulan yang saya ambil, berdasarkan pengalaman yang saya dan kawan-kawan saya alami dalam proses berupaya bekerja di luar negeri. Apa yang akan saya tuliskan di sini adalah hanya salah satu bagian kecil dari ilmu yang bisa Anda dapatkan dari pengalaman. Anda bisa mendapatkan bagian yang lebih besar dengan berusaha tanpa henti menggali ke dalam diri Anda dan bertanya pada orang-orang yang sukses. Hal mana yang juga kami lakukan sebelumnya.

Berikut point-point penting yang saya terima dari guru pengalaman. Pertama-tama milikilah mimpi untuk bekerja di luar negeri, kemudian tumbuhkan percaya diri. Selanjutnya temukan kompetensi yang dibutuhkan. Bangunlah kemampuan berkomunikasi dalam bahasa asing. Kuasai teknik membuat CV dan surat lamaran yang mampu memenangkan interview.Mampu lulus tes wawancara dan tes kesehatan. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas satu per satu.

Mimpi

Mimpi menjadi katalisator untuk menimbulkan reaksi eksotermik dalam diri kita. Reaksi yang menghasilkan panas membakar kemalasan, energi panas untuk menggerakkan mesin-mesin dalam tubuh kita, memaksa kita untuk bertindak secara nyata. Ia meningkatkan harapan hidup, ada sesuatu yang dituju. Dia pun bisa menjadi guide penunjuk jalan terutama saat berada di tengah padang pasir, di tengah samudera, atau di tengah hutan belantara. Ia membentuk kekuatan di alam bawah sadar kita untuk bekerja meraih apa yang kita cita-citakan. Mimpi bukan hanya berada pada lapisan tipis atas, namun mengakar kuat. Dapat membentuk afirmasi dan semacam hypnosis kepada diri sendiri agar berkutat dengan tekun dan membuat mimpi itu menjadi nyata.

Tips: Bermimpilah yang positif. Jaga mimpi di dalam hati dan jangan biarkan dia pergi begitu saja. Tuliskan dia dalam buku harian Anda, atau  pada sebuah media yang bisa kita lihat setiap hari. Kenalilah mimpi dengan akrab. Bersahabatlah dengan mimpi.

Percaya Diri (Self Confidence)

Sehebat apa pun kita, namun apabila kita tidak memiliki rasa percaya diri, maka kemampuan kita tidak dapat difungsikan secara maksimal. Over confidence (percaya diri berlebih), atau kurang percaya diri, keduanya tidak bagus. Bila kita menunjukkan percaya diri berlebihan akan menimbulkan kesan sombong, ini tidak disukai oleh setiap pencari kerja. Sebaliknya, bila kita memiliki rasa percaya diri yang lemah, minder, grogi, merupakan salah satu yang paling dihindari untuk direkrut.

Orang Percaya diri adalah orang yang memiliki kepercayaan diri yang bagus, selalu positif dalam menghadapi setiap peristiwa dalam hidup, termasuk memiliki perasaan positif terhadap dirinya sendiri. Dia memiliki keyakinan yang kuat atas kapasistasnya dan memahami kemampuan yang dimilikinya berdasarkan pengalaman dan perhitungan yang logis.

Percaya diri merupakan salah satu aspek kepribadian yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Orang yang percaya diri, yakin atas kemampuan mereka sendiri serta memiliki pengharapan yang realistis. Bahkan ketika harapan mereka tidak terwujud, mereka tetap berpikir positif dan dapat menerimanya. Menurut Thantaway dalam kamus istilah Bimbingan dan Konseling (2005: 87), percaya diri adalah kondisi mental atau psikologis diri seseorang yang memberi keyakinan kuat pada dirinya untuk berbuat atau melakukan sesuatu tindakan. Orang yang tidak percaya diri memiliki konsep diri negatif, kurang percaya pada kemampuannya, karena itu sering menutup diri.

Saya teringat dengan sebuah kisah ketika remaja dulu. Di sekolah kami, ada dua orang jagoan yang sangat dibanggakan oleh para guru: Siddhi dan Widia. Dalam hal prestasi, Siddhi lebih unggul dibanding Widia. Siddhi selalu mendapatkan nilai sempurna di setiap mata pelajaran eksakta; matematika, fisika, kimia. Sementara Widia, harus berpuas diri menjadi nomor dua setelah Siddhi. Suatu hari ada perlombaan matematika tingkat Kabupaten Buleleng. Kepala sekolah dan guru-guru yang lain sangat yakin, Siddhi akan memenangkan lomba itu. Tetapi, kenyataannya berbeda, Justru Widia-lah yang berhasil meraih juara satu, sedangkan Siddhi hanya berhasil meraih peringkat lima. Karena hanya empat besar yang dikirim lolos ke tingkat provinsi, maka secara otomatis Siddhi gugur. Para guru, termasuk Widia, terkejut dengan kenyataan tersebut. Pak Putu, guru matematika, tidak percaya dengan kekalahan murid kesayangannya itu. Dan setelah ditelusuri, ternyata penyebab kekalahan Siddhi adalah karena perasaan takut atau grogi yang berlebihan, sehingga ia tidak mampu berkonsentrasi dalam mengerjakan soal-soal. Pada kondisi grogi, biasanya ingatan menjadi lemah, konsentrasi menurun, sehingga kita sulit untuk menyelesaikan soal-soal lomba yang rumit.

Tips: Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan, tidak ada mahluk yang sempurna. Kita dan pesaing kita pun memilikinya. Kita tidak perlu takut akan kekurangan kita, demikian pula tidak perlu sombong karena kelebihan kita. Kedua energi negatif itu akan mengganggu konsentrasi dan efektivitas kerja kita. Saat mengikuti lomba, janganlah memikirkan hasil, tapi pusatkan pikiran Anda untuk menyelesaikan pertanyaan-pertanyaan yang tersedia. Demikian pula saat pertandingan, jangan memikirkan hasilnya, tapi fokuskan perhatian Anda pada pertandingan itu sendiri.

Kompetensi yang Dibutuhkan

Setiap pekerjaan memiliki standar kompetensi tertentu. Untuk itu pahamilah kompetensi yang dibutuhkan untuk pekerjaan yang dilamar. Kompetensi umumnya dibentuk oleh knowledge (pengetahuan), skill (keterampilan) dan attitude (sikap). Menurut PRIDE (Professional Integrated Development Program) dari Experior Management Consultant, kompetensi dibentuk oleh: aptitude (kecerdasan), knowledge (pengetahuan), skill (keahlian), attitude (prilaku), opportunity (kesempatan) dan self-awareness (kesadaran diri). Milikilah keenam komponen pembentuk kompetensi yang dibutuhkan tersebut untuk suatu posisi yang diimpikan untuk dilamar.

Tips: Biasanya kompetensi itu tertuang pada iklan lowongan. Perhatikan kompetensi yang dibutuhkan, lengkapi diri Anda bila ada kompetensi yang belum dimiliki.

Kemampuan Bahasa Asing

Dalam banyak hal, orang yang mampu berkomunikasi dengan baik memiliki peluang sukses lebih tinggi. Dengan kemampuan berkomunikasi dengan baik, kita bisa meyakinkan para pencari kerja bahwa kita benar-benar memiliki kompetensi yang dibutuhkan. Ibarat berlian yang terpendam di dalam bumi, tanpa ada yang mengetahui maka berlian tersebut tidak akan mendatangan manfaat apa pun. Demikian pula orang yang berbakat, jika tidak memiliki kemampuan berkomunikasi maka tidak akan mampu meyakinkan sang perekrut.

Kemampuan berkomunikasi dengan baik mencegah missuderstanding, missjudgement. Seorang kawan saya gagal diterima di sebuah perusahaan impiannya, karena hal tersebut. Padahal dia memiliki kemampuan di atas teman-teman yang diterima menjadi karyawan. Ketika dikonfirmasi, ternyata kegagalannya hanya karena pemilihan kata yang tidak tepat pada saat menjawab pertanyaan interview.

Lebih detailnya, saya akan berbagi kisah dua orang teman ketika menjalani interview tes di Al-Qobar—Saudi Arabia. Dua operator yang diwawancarai, Hendry dan Rido, keduanya telah berpengalaman sebagai operator, namun tidak memiliki pengalaman sebagai reactor operator. Mereka diberi pertanyaan yang sama:

Pewawancara: “If we give you chance to be a reactor operator, what is your plan?”

Rido: “I confidence to say that I can adapt easily, because I have experience to operate the petrochemical plant. Just give me three months to learn the reactor system. (Saya yakin saya bisa beradaptasi dengan mudah, karena saya memiliki pengalaman mengoperasikan pabrik petrokimia. Berikan saya waktu tiga bulan untuk mempelajari sistem reaktor itu).

Hendry: “I will try my best to adapt with the new systems.” (Saya akan coba melakukan yang terbaik untuk beradaptasi dengan sistem yang baru).

Ternyata yang dinyatakan lulus adalah Rido. Jawaban Rido lebih meyakinkan, dia berani memberikan target waktu pencapaian. Hal ini membuat pewawancara tertarik untuk memilihnya. Salah seorang mantan atasan saya yang berasal dari Eropa, paling tidak suka dengan kata try, saya pernah ditegur ketika menggunakan kata itu. Pemahaman saya waktu itu dengan menggunakan kata try saya mengira lebih sopan, tidak angkuh, tapi malah membuat ia tidak senang.

Tips: Kuasai bahasa asing, rajin berlatih menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam bahasa tulis maupun bahasa lisan. Rajinlah membaca dan belajar. Tunjukkan rasa percaya diri Anda dengan jawaban-jawaban yang meyakinkan atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam tes wawancara. Saya sendiri sering berlatih menjawab pertanyaan di depan cermin. Pada awalnya memang susah, terasa hambar, tapi jika kita rajin melatihnya akan tampak hasil yang signifikan.

Curiculum Vitae dan Cover Surat lamaran

Faktor yang tidak kalah penting untuk diperhatikan, oleh mereka yang memiliki mimpi bekerja di luar negeri adalah, kemampuan membuat curriculum vitae (CV) dan surat lamaran, yang menarik minat para pencari tenaga kerja. Jika diibaratkan, CV adalah iklan yang memasarkan produk, yang tidak lain adalah diri kita sendiri. CV menjadi gerbang untuk memasuki rumah kompetensi kita. CV menjadi referensi utama untuk memilih di antara pilihan-pilihan yang tersedia. Berlatihlah untuk membuat CV—referensi tersedia banyak di internet. Anda juga bisa diskusi dengan teman-teman Anda yang telah berhasil bekerja di luar negeri.

Masih sangat jelas dalam ingatan saya pada kejadian 12 tahun silam, ketika seorang kawan mengeluh, karena tidak dipanggil diperusahaan yang diimpikannya, sementara semua anak buahnya dipanggil, padahal mereka melamar pada posisi yang sama. Setelah diselidiki, ternyata CV dari kawan saya itu kurang menarik. Setelah menerima masukan dari kami (teman-teman dan anak buahnya), dia mengubah format, tampilan, dan isi CV-nya. Hingga akhirnya dia berhasil dipanggil dan diterima bekerja di perusahaan impiannya.

Tips: Tampilkan CV dengan sistematis, logis, dan kronologis, dan jangan bertele-tele. Tunjukkan prestasi/penghargaan dan pencapaian yang pernah Anda peroleh. Tampilkan pengetahuan dan keahlian Anda yang sesuai dengan pekerjaan yang dilamar.

Lulus Tes Wawancara

Setelah dipanggil interview, tugas Anda selanjutnya adalah mampu meyakinkan pewawancara, bahwa Anda kandidat yang mereka cari. Buatlah mereka yakin bahwa Anda memenuhi kriteria dari tenaga profesional yang mereka inginkan.

Tips: Persiapkan diri dengan baik. Kuasai dengan bagus apa yang Anda tulis pada CV. Berlatihlah untuk menjawab pertanyaan dengan bahasa yang singkat, jelas, tegas. Diskusi dengan teman-teman yang sudah bekerja di luar negeri, mengenai jenis-jenis pertanyaan yang biasa ditanyakan. Misalnya: Tell me a little about yourself. Why did you leave your last job? What’s your greatest strength? What’s your biggest weakness? Why do you want this job? What has been your greatest achievement? What is your salary expectation?

Lulus Tes Kesehatan

Bila Anda telah dinyatakan lulus semua tes dan telah memiliki kesepakatan tentang pekerjaan dan penghargaan yang akan diberikan, tes selanjutnya adalah tes kesehatan. Untuk memastikan bahwa Anda sehat, dan untuk memenuhi persyaratan mendapatkan Visit Visa izin masuk ke negara tempat Anda akan dipekerjakan.

Tips: Persiapkan diri dengan baik, kurangi kebiasaan buruk seperti merokok. Salah seorang teman saya akhirnya gagal berangkat ke luar negeri karena paru-parunya dinyatakan tidak sehat, terlalu banyak flek karena dia seorang perokok berat.

Setelah diterima, hal selanjutnya yang perlu dipersiapkan adalah keberangkatan dan tes kesehatan di negara tujuan. Untuk keberangkatan, Anda perlu mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan pembuatan Visa. Biasanya hal ini diurus oleh agen yang ditunjuk untuk memberangkatkan Anda—jika Anda tes lewat agen tenaga Kerja. Tapi kalau tes langsung kepada perusahaan yang membutuhkan Anda, persiapkanlah sekurang-kurangnya: passport, foto ukuran passport, fotokopi ijazah dan sertifikat (training atau pendidikan), sertifikat nikah, akte kelahiran (Anda, anak-anak, dan istri). Ada baiknya bila Anda menyimpan semua dokumen itu dalam softcopy yang disimpan dalam flashdisk, sehingga jika dibutuhkan sewaktu-waktu bisa di-print dengan segera.

Setelah tiba di negara tujuan, Anda akan diwajibkan untuk mengikuti tes kesehatan di rumah sakit pemerintah setempat dan juga di rumah sakit yang disarankan oleh perusahaan tempat Anda bekerja. Tujuannya untuk memastikan bahwa Anda dalam keadaan fit untuk bekerja dan tidak terjangkit penyakit menular yang mungkin akan berbahaya bagi orang lain. Untuk itu, maka jagalah vitalitas Anda, perhatikan asupan makan dan pola istirahat. Dari pengalaman yang saya lalui, ada beberapa teman akhirnya terpaksa dipulangkan ke negara asalnya karena tidak lolos tes kesehatan. Tes kesehatan ini sebagai prasyarat untuk memperolah residence visa. Dan jika Anda punya mimpi untuk bekerja di luar negeri, maka perhatikan hal-hal tersebut di atas.

Selain itu, hal yang penting pula diperhatikan agar Anda bisa bertahan dan mampu melewati masa transisi dengan baik adalah, pelajarilah terlebih dahulu negara tujuan Anda, mulai dari iklim, tradisi, letak geografis, budaya, serta hukum yang berlaku. Dengan kemajuan teknologi saat ini, Anda akan sangat mudah mendapatkan data-data tersebut di internet. Lebih baik lagi jika Anda bisa berdiskusi dengan rekan-rekan yang telah bekerja di negara yang Anda inginkan, dan Anda akan mendapatkan data yang lebih up to date.

Made Mariana – “TITIK-TITIK AIR DI PADANG PASIR: Kumpulan Renungan di Tepian Rub’Al Khali Seni Memberdaya Diri.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s