Cinta, Bunga Kamboja dan Kehidupan


bunga-jepun.jpgThe moment you have in your heart this extraordinary thing called love and feel the depth, the delight, the ecstasy of it, you will discover that for you the world is transformed. Jiddu Krishnamurti.

***

Cinta dan Bunga

               Cinta sering disimboliskan dengan bunga,diantara bunga yang paling banyak digunakan sebagai lambang cinta di negeri kita adalah bunga mawar. Demikian pula dalam budaya Barat cinta disimboliskan dengan bunga mawar. Bagi saya pribadi, saya lebih menyukai bunga kamboja sebagai lambang cinta. Kamboja? bukankah bunga itu biasa tumbuh dikuburan? bunga yang angker! Bagi sebagian besar kawan-kawan saya di Jawa berpendapat demikian, namun saya punya alasan sebaliknya. Bunga kamboja selain indah dan wangi dia juga mampu tumbuh di berbagai tempat dan iklim. Seperti halnya Cinta yang mampu membuat orang bertahan dari segala macam kesulitan hidup.

               Di Bali, tempat dimana saya dilahirkan, bunga kamboja dapat dijumpai hampir disetiap tempat, mulai dari pantai, pegunungan, perkotaan, pedesaan, di tempat suci, perkantoran, sekolah-sekolah hingga di pekarangan rumah. Bagi masyarakat Hindu Bali, bunga kamboja salah satu bunga suci. Di kampung saya, beberapa orang bahkan percaya bila mendapatkan bunga kamboja yang berhelai empat atau enam dianggap beruntung, karena biasanya bunga kamboja berhelai lima. Bunga kamboja digunakan untuk persembahyangan, untuk hiasan para penari, untuk karangan bunga, juga kerap disuntingkan di telinga sebagai hiasan.

               Di Jawa, bunga kamboja lebih banyak ditemukan di kuburan. Sangat jarang saya temui ada bunga kamboja di pekarangan rumah apalagi di perkantoran. Saat merantau ke Arab Saudi dan UAE (United Arab Emirates) saya cukup terkejut melihat perlakuan orang Arab terhadap bunga kamboja. Bunga kamboja dijadikan tanaman penghias di taman-taman rekreasi, di perkantoran hingga di pekarangan rumah. Ini menambah rasa suka saya dengan bunga kamboja, dia mampu tumbuh dan berbunga di berbagai musim  termasuk musim panas, lembab dan berdebu. Ia tetap menyebarkan wangi dan keindahannya walau suhu udara melebihi 50 derajat celcius. Seperti halnya cinta, mampu membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin.

               Kehebatan bunga ini, ia bisa dipakai sebagai bahan baku untuk membuat minyak wangi, teh seduh dan obat nyamuk. Sayangnya, proses pengolahan tersebut baru bisa dilakukan di negara lain yaitu Taiwan, Jepang, dan China (www.Suara Merdeka.com, 07 Mei 2008). Plumeria nama lain dari bunga kamboja dalam bahasa Latin. Di Brasil  plumeria dikenal dengan nama jasmine de cayenne dan di Hawaii dinamakan Hawaiian lei. Di Indonesiapun plumeria memiliki berbagai nama: campaka sabakul (di madura), semboja atau samboja (di Jawa), bunga jera (di Makasar), kabmoya (di Timor), di Bali dikenal dengan nama bunga Jepun.  Plumeria khas Bali kelopak bunganya berwarna kuning dominan dikenal pula dengan nama Balinese Palace. Bunga kamboja yang dikeringkan sempurna apabila dipergunakan secara benar akan sangat bermanfaat bagi kesehatan; efektif untuk menurunkan suhu tubuh, meringankan demam, radang gusi atau tenggorokan, bibir pecah-pecah dan juga bermanfaat sebagai stabiliser pencernaan untuk menambah nafsu makan dan menormalkan buang air besar. Sangat cocok dipergunakan sebagai minuman di musim kemarau dan tidak hanya itu saja, masih banyak zat bermanfaat lainnya yang terkandung di dalam bunga kamboja kering antara lain mengurangi resiko infeksi dan bahkan mampu mencegah kanker paru-paru. (http://www.dryplumeria.com). Plumeria ini juga digunakan sebagai aromatherapy (www.botanical-journeys-plant-guides.com). Jadi bunga kamboja selain memiliki daya adaptasi dan kekuatan yang luar biasa pun juga memiliki banyak kegunaan, seperti halnya cinta, kuat, bermanfaat, indah dan menawan.

Kekuatan Cinta

Love is the strongest force the world possesses, and yet it is the humblest imaginable. (Mahatma Gandhi)

               “Kekuatan apa yang membuat Ibu bisa tetap bertahan dengan segala kesulitan hidup, dan menolak lamaran dari banyak pemuda saat ditinggal mati sang suami?” demikian pertanyaan seorang tamu yang berkunjung ke rumah Bu Wayan. Bu Wayan adalah seorang janda yang ditinggal mati suaminya ketika ketiga anak-anaknya berusia dibawah lima tahun. Kadang menerima cercaan, hinaan dan menjadi kambing hitam setiap ada penduduk yang sakit di kampungnya. Kini ketiga anaknya telah tumbuh menjadi anak mandiri. Dengan tersenyum sang Ibu menjawab; “Karena Cinta”.

               Kekuatan Cinta memang luar biasa, sebagaimana dituturkan guru meditasi dan penutur kejernihan, Pak Gede Prama dalam bukunya; Percaya Cinta Percaya Keajaiban. Cinta kerap mendatangkan keajaiban, keajaiban pertama: Cinta membuat orang menjadi awet muda. Keajaiban kedua; Bila Anda selalu mencari sesuatu yang baik dalam diri orang lain, Anda akan menemukan sisi terbaik dari diri Anda. Keajaiban ketiga: Cinta sering membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin. Lebih lanjut Pak Gede Prama mencontohkan sebuah kisah yang dituturkan oleh seorang Ibu lemah dalam buku Chicken soup for the couple’s soul, tubuh ibu yang lemah tadi bisa menyelamatkan suaminya dari serangan beruang yang besar dan ganas. Tadinya ia takut melawan beruang tadi, karena suaminya adalah satu-satunya kekayaan yang paling berguna, maka dia lawan dengan penuh kemampuan. Entah dari mana datangnya keajaiban, beruang besar lari ketakutan melihat perlawanan wanita yang lemah tadi.

Wajar saja bila kemudian, tokoh spritual legendaris dari negeri tirai bambu Cina,Lao Tzu berkata: Being deeply loved by someone gives you strength, while loving someone deeply gives you courage.

 

Cinta dan Kehidupan

               Where there is love there is life (dimana ada cinta ada kehidupan), demikian Mahatma Gandhi mengingatkan pada kita betapa pentingnya kehadiran cinta dalam kehidupan kita. Sejujurnya bila kita perhatikan, hampir setiap bagian dari kehidupan kita tidak lepas dari peran cinta. Cinta ayah dan ibu membuat kita hadir, tumbuh dan bertahan hingga kini. Lebih jauh tentang cinta, Max Muller mengatakan: “A flower cannot blossom without sunshine, and man cannot live without love. Sebuah bunga tidak bisa mekar tanpa sinar matahari, dan manusia tidak bisa hidup tanpa cinta. Hal inipun diamini oleh Khalil Gibran: Life without love is like a tree without blossoms or fruit, Hidup tanpa cinta ibarat pohon tanpa bunga atau buah. Bahkan menurut Mother Teresa, peraih Nobel Perdamaian: The hunger for love is much more difficult to remove than the hunger for bread. Rasa lapar akan cinta jauh lebih sulit dihilangkan dibandingkan rasa lapar untuk roti.

               Untuk memahami lebih dalam tentang cinta ini, mari kita baca penjelasan yang indah dari Svami Vivekananda.”Saya pernah punya teman, kami tumbuh menjadi teman sangat dekat. Suatu ketika kami duduk di tepi kolam renang, dia mengisi telapak tangannya dengan air, setengah menggenggam air tersebut hingga tidak tumpah dan mengatakan: “Anda perhatikan air di dalam tanganku, Ia melambangkan Cinta”           Ini adalah pandangan saya tentang cinta: Selama Anda menjaga tangan Anda terbuka dan air itu tetap di dalam tanganmu, ia akan selalu ada. Namun, jika Anda mencoba untuk menutup jari-jari Anda sekelilingnya dan mencoba untuk memilikinya, maka air akan tumpah melalui celah-celah antar jari-jari Anda. Ini adalah kesalahan terbesar yang dilakukan orang ketika mereka bertemu cinta … mereka mencoba untuk memilikinya, mereka menuntut , mereka berharap … dan seperti yang terakhir tumpah keluar dari tangan Anda, cinta akan meninggalkan Anda.

               Karena cinta ini dimaksudkan untuk meraih kebebasan, Anda tidak dapat mengubah sifatnya. Jika ada orang yang Anda cintai, berikanlah kebebasan padanya. Berikan dan jangan berharap. Nasehati, tapi jangan memerintah. Tanyakan, tetapi tidak pernah menuntut. Mungkin terdengar sederhana, tetapi merupakan pelajaran yang mungkin memakan waktu seumur hidup untuk benar-benar melaksanakannya. Ini adalah rahasia untuk cinta sejati. Untuk benar-benar mempraktekkannya, Anda harus melakukannya dengan tulus ikhlas tidak mengharapkan apapun dari mereka yang Anda cintai, perhatian tanpa syarat.”

               Hal serupa diungkapkan Mahatma Gandhi: Love never claims it ever gives. Seperti bunga kamboja di Abu Dhabi, tidak pernah menuntut, senantiasa menawarkan keindahan untuk dipandang dan menebarkan kewangian baik dimusim panas maupun di musim dingin, saat udara berdebu maupun saat udara berkabut. Untuk mengakhiri karya kecil ini perkenankan saya mengutip sloka IX.26 Bhagavad Gita: “Siapapun yang mempersembahkan kepada-Ku dengan penuh pengabdian, selembar daun, setangkai bunga, sebutir buah ataupun setetes air, Aku terima persembahan yang dilandasi kasih sayang hati yang murni itu”. Made Mariana…Ruwais, Abu Dhabi, 09 Agustus 2012

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s