Sorga dan Neraka


Seorang Pejabat Tinggi yang gemar belajar mendatangi seorang Pertapa yang dikenal dengan sebutan Pandita Sakti. Sudah lama dia ingin mengetahui tentang sorga dan neraka. Entah berapa buku yang telah ia baca, tapi keraguannya tentang sorga dan neraka tidak terjawab jua. Dari seorang sahabat ia mendengar akan kebijaksanaan seorang pertapa yang dikenal dengan nama Pandita Sakti. Pertapa ini tinggal di lembah Toya Mantra. Di sebut Toya Mantra karena di tempat ini ada mata air yang konon keluar karena mantra dari Sang Pandita, karena kemampuannya yang luar biasa itu ia dikenal sakti mandra guna. Sejak itulah kemudian masyarakat menjulukinya  Pandita Sakti.  Dengan segala daya upaya akhirnya ia berhasil melewati segala rintangan di jalan, sampailah ia di Lembah Toya Mantra.
heaven_hell

Betapa senang hati Sang Pejabat ketika melihat tempat yang ia impikan, apalagi saat memasuki halaman tempat pertapaan itu tampak seorang pertapa duduk bersila di tepi kolam dihiasi warna-warni bunga padma (teratai).Tak terasa senyum manis mengembang di wajahnya. Sang Pertapa tampak duduk bersila dengan mata setengah tertutup, wajahnya tenang dan berseri, ia tidak terganggu oleh apapun bahkan kedatangan Sang Pejabatpun tiada mengusik kenyamanan meditasinya. Sang Pejabat agak ragu menyapa, namun rasa gembira yang meledak-ledak didalam dada mendorongnya untuk menegur sang Pandita. Sambil menarik nafas ia kemudian berkata; “Salam Sejahtera Ratu Pandita, saya seorang pejabat tinggi negeri ini datang untuk berguru, saya ingin mengetahui tentang sorga dan neraka”. “Siapa yang menjadikan Anda sebagai pejabat, tidak pantas, tidak ada ciri seorang pejabat, Anda cocoknya menjadi tukang sapu” kata Pandita. Pejabat yang selalu mendapatkan pelayanan manis itu naik pitam, sembari berkata: “Orang bijaksana macam apa kau! bentaknya”. Dengan cepat Pandita menjawab: “Itulah pintu neraka”!. Kaget dengan dirinya bekata kasar, Pejabat itu kemudian berlutut di depan Pandita sambil berkata; “Maafkan saya yang berlaku tidak sopan”. Pandita menyentuh bahu sang Pejabat, menatapnya lembut dan berkata; “Inilah pintu sorga”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s