Attitude


Pada suatu pagi, saat menunggu bus kantor, jalan penuh sesak dengan kendaraan yang melaju cepat, jalanan macet total. Tepat di depan kami berdiri, ada kendaraan mini bus yang sedang parkir menunggu penumpang, di depannya ada ruang longgar, bila si kendaraan ini mau bergerak ke depan, bus dibelakangnya akan memiliki celah untuk lewat, kemacetan bisa berkurang. Sayangnya, si pengemudi kendaraan ini dengan cueknya tidak menggerakkan kendaraannya, sehingga kemacetan bertambah, antrean mobil bertambah panjang.

Seorang rekan kerja dari Rumania, kesal melihat tingkah poleh penggendara bis itu, ia berkata: “Made how much IQ (Intelligent Quotient) do you think, this driver need to understand the traffic jam behind him? why he did not move at all?”. Sambil tersenyum saya menjawab: ” I think this is not the IQ (Intelligent Quotient) issue. Otherwise how can he obtained his driving license here in UAE, we all know that how difficult we gained our license, this situation happened many times, to me this is not an IQ issue hence it is an attitude issue”. “Yes! you right, 100% agree“, kata Andrian, sambil memberikan kode pada sopir mini bus itu untuk bergerak maju.

Banyak sekali kejadian dalam kehidupan ini,  orang lupa akan hak orang lain, ia hanya mementingkan dirinya sendiri. Tanpa disadari ketika ia melupakan hak orang lain, ia telah menimbulkan ketidaknyamanan.macet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s