Meditasi Melenyapkan penderitaan


Meditation

Kenapa manusia menderita? Pertanyaan klasik ini selalu menarik untuk dibahas. Faktanya tidak ada orang yang mau menderita, di lain sisi, penderitaan itu adalah bagian dari kehidupan. Untuk tetap hidup kita tidak punya pilihan harus melaluinya. Penderitaan pasti ada penyebabnya. Memperhatikan kejadian sehari-hari, saya menemukan ada tiga penyebab besar penderitaan: Pikiran, Perkataan, dan Perbuatan. Dari ketiga penyebab ini, pikiranlah sebagai kuncinya. Biasanya apa yang kita lakukan dan katakan, terlebih dahulu mampir dipikiran. Apalagi orang yang terpelajar ia berfikir dulu sebelum berkata dan bertindak. Wajar saja bila kemudian ada ungkapan, “berkata baik atau diam”, “do good be good, lakukan yang baik dan jadilah orang baik”. Maknanya, sebelum kita bisa menentukan itu baik atau tidak, kita akan melalui proses berfikir terlebih dahulu. Menggunakan dasar spritual, etika/moralitas, hukum sebagai parameter baik buruknya.

Bagaimanakah caranya menjaga pikiran tetap fokus pada kebaikan?, tidak melanggar spiritual, moralitas dan hukum?. Kita membiasakan pikiran, hanya memikirkan kebaikan saja. Pikiran kita arahkan menuju jalan kebaikan. Melatih memusatkan pikiran. Pikiran bisa bekerja karena ada energi kehidupan (vital energy) yang disebut prana. Mengendalikan pikiran berarti mengendalikan prana yang ada di dalam diri kita. Dari manakah sumber prana ini? bernafas, makanan, minuman, alam samesta dan Tuhan Yang Maha Esa. Sumber terdekat yang bisa kita atur adalah, nafas, makanan dan minuman kita. Diantara ketiganya, bernafas merupakan sumber terbesar karena ia bersifat kontinyu. Mengendalikan nafas merupakan pekerjaan mengendalikan prana, mungkin ini pula alasan kenapa tahapan dalam Yoga ketika sedang mengatur nafas disebut Pranayama. Keadaan dimana pikiran bisa terkendali, terpusat disebut dengan Dharana dalam Yoga. Manakala pikiran mampu dilampoui disebut dengan meditasi atau Dhyana, kemudian menuju ke samadi. Saya teringat dengan film-film dan kisah-kisah klasik pada jaman dahulu, seorang pendekar/prajurit yang terluka parah bisa sembuh dengan meditasi. Jadi bila kita ingin melepaskan diri dari penderitaan, marilah rajin berlatih meditasi.

sumber photo:www.google.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s