Guru Agung itu bernama Kematian


….. Ia semacam alarm yang mengingatkan saya bahwa setiap orang pasti akan mati, hanya saja kapan dan bagaimana kematian itu datang adalah misteri. Karena waktu berkunjungnya tidak pasti, ia bisa datang kapanpun, dimanapun dan dalam situasi apapun. Bila ia datang berkunjung sudahkah saya siap menjamunya?..baca selengkapnya di:http://filsafat.kompasiana.com/2013/02/23/guru-agung-itu-bernama-kematian–537511.html

Bahagia karena Berbeda


…Memperhatikan kehidupan ini rasanya hampir setiap sisi kehidupan ada perbedaan. Perbedaan menjadi inti kreativitas dan inovasi. Perbedaan membuat sesuatu menjadi indah. Perbedaan membuat sesuatu penciptaan menjadi mungkin. Pertemuan dua hal yang berbeda (ibu dan bapak) melahirkan kita. Ia sahabat bagi mereka yang gemar berkarya, berinovasi dan berkreasi. Untuk memahami hal ini kita bisa melakukan pengamatan di alam semesta, dalam kehidupan bermasyarakat dan pada individu….. selengkapnya baca di:http://filsafat.kompasiana.com/2013/02/22/bahagia-karena-berbeda-537310.html

Wajah terindah


Wajah terindah muncul saat kita tersenyum ikhlas, sebaliknya wajah yang paling menakutkan tampak ketika kita sedang marah besar. Bila boleh memilih saya lebih suka melihat wajah yang dihiasi oleh senyuman, ia seperti bunga yang sedang mekar, indah. Keindahannya mampu membuat orang yang sedang gundah menjadi tenang, orang yang kehilangan harapan, menemukan kembali harapan baru, iapun bisa mengurangi penderitaan orang lain. Mari kita kendalikan dengan baik marah kita, dan mari kita tebarkan senyuman tulus ikhlas..

Kegagalan


Ketika Kegagalan berkunjung pada kita, kita memiliki beberapa pilihan untuk menjamunya, bersedih tidak bisa merubahnya menjadi keberhasilan, tersenyum menjamunya, mengambil pelajaran darinya, menjadikannya  bahan instropeksi diri, menjadika ia sebagai cermin, tidak lupa berterimakasih.

Sorga dan Neraka


Seorang Pejabat Tinggi yang gemar belajar mendatangi seorang Pertapa yang dikenal dengan sebutan Pandita Sakti. Sudah lama dia ingin mengetahui tentang sorga dan neraka. Entah berapa buku yang telah ia baca, tapi keraguannya tentang sorga dan neraka tidak terjawab jua. Dari seorang sahabat ia mendengar akan kebijaksanaan seorang pertapa yang dikenal dengan nama Pandita Sakti. Pertapa ini tinggal di lembah Toya Mantra. Di sebut Toya Mantra karena di tempat ini ada mata air yang konon keluar karena mantra dari Sang Pandita, karena kemampuannya yang luar biasa itu ia dikenal sakti mandra guna. Sejak itulah kemudian masyarakat menjulukinya  Pandita Sakti.  Dengan segala daya upaya akhirnya ia berhasil melewati segala rintangan di jalan, sampailah ia di Lembah Toya Mantra.
heaven_hell

Continue reading